Latest Posts

Minggu, 11 Agustus 2013

KKM, PENGERTIAN, FUNGSI DAN TAHAPAN PENETAPAN

5 komentar:
Pengertian KKM (BILA ANDA MEMERLUKAN Aplikasi Format Excel KLIk Saja DISINI )
Jangan Lupa Baca Dulu Penjelasan Di Bawah ini >>>>>

Penegrtian KKM :
KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) adalah kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ketuntasan. KKM harus ditetapkan diawal tahun ajaran oleh satuan pendidikan berdasarkan hasil musyawarah guru mata pelajaran di satuan pendidikan atau beberapa satuan pendidikan yang memiliki karakteristik yang hampir sama. Pertimbangan pendidik atau forum MGMP secara akademis menjadi pertimbangan utama penetapan KKM.

Fungsi KKM
  1. 1. Sebagai acuan bagi seorang guru untuk menilai kompetensi peserta didik sesuai dengan Kompetensi       Dasar (KD) suatu mata pelajaran atau Standar Kompetensi (SK)
  2. 2. Sebagai acuan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri dalam mengikuti pembelajaran
  3. 3. Sebagai target pencapaian penguasaan materi sesuai dengan SK/KD – nya
  4. 4. Sebagai salah satu instrumen dalam melakukan evaluasi pembelajaran
  5. 5. Sebagai “kontrak” pedagogik antara pendidik, peserta didik dan masyarakat (khususnya orang tua dan wali murid)
Tahapan Penetapan KKM
Seperti pada uraian diatas bahwa penetapan KKM dilakukan oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran. Adapaun langkah dan tahapan penetapan KKM antara lain:
  1. Guru atau kelompok guru menetapkan KKM mata pelajaran dengan mempertimbangkan tiga aspek kriteria, yaitu kompleksitas, daya dukung, dan intake peserta didik. Hasil penetapan KKM indikator berlanjut pada KD, SK hingga KKM mata pelajaran.
  2. Hasil penetapan KKM oleh guru atau kelompok guru mata pelajaran disahkan oleh kepala sekolah untuk dijadikan patokan guru dalam melakukan penilaian
  3. KKM yang ditetapkan disosialisaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu peserta didik, orang tua, dan dinas pendidikan
  4. KKM dicantumkan dalam laporan hasi belajar atau rapor pada saat hasil penilaian dilaporkan kepada orang tua/wali peserta didik
Jadi yang menjadi pertimbangan dalam menentukan KKM adalah kompleksitas, daya dukung, dan intake. Kompleksitas mengacu pada tingkat kesulitan Kompetensi Dasar yang bersangkutan. Daya dukung meliputi kelengkapan mengajar seperti buku, ruang belajar, laboratorium (jika diperlukan) dan lain-lain. Sedangkan Intake merupakan kemampuan penalaran dan daya pikir peserta didik.

Langkah-langkah Menentukan KKM :
Menentukan KKM dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah/madrasah, sarana dan prasarana dalam menyelenggarakan. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria Ketuntasan Belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Aspek Kompleksitas (kesulitan dan kerumitan).
Ditentukan bila dalam pelaksanaan pencapaiaan kompetensi menurut:
a. Pemahaman SDM :
1) Memahami kompetensi yang harus dicapai siswa.
2) Memiliki pengetahuan dan kemampuan sesuai bidang studi.

b. Daya kreativitas dan inovasi dalam melaksanakan pembelajaran.
c. Waktu yang diperlukan untuk pencapaian kompetensi (menggunakan metode yang berpariasi)
d. Daya nalar dan kecermatan siswa yang tinggi.
e. Latihan khusus dengan bantuan orang lain.
f. Semakin kompleks atau sukar Kompetisi Dasar(KD) maka nilainya semakin rendah, tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi.

Aspek Daya Dukung.
  1. Ketersediaan tenaga SDM.
  2. Sarana dan prasarana pendidikan yang sangat dibutuhkan misalnya
  • Biaya Operasional Pendidikan(BOP).
  • Manajemen Sekolah/Madrasah.
  • Kepedulian Stakeholder Sekolah/Madrasah.
Perbandingan antara sarana dan prasarana ideal yang dibutuhkan dengan sarana dan prasarana yang ada. Semakin tinggi daya pendukung maka nilainya semakin tinggi. Aspek Intake siswa (Tingkat kemampuan rata-rata siswa) yaitu; Keberagaman latar belakang, potensi dan kemampuan siwa secara individual)

Kemampuan rata-rata yang dimiliki siswa untuk mencapai kompetensi :
  1. Hasil seleksi PSB.
  2. SKHU.
  3. Rapor kelas 1
Cara menetapkan KKM Standar Kompetensi(SK): Kriteria Ketuntasan Minimal Standar Kompetensi adalah kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan masing-masing SK. Berdasarkan perhitungan rata-rata KKM Kompetensi Dasar pada kelas dan semester yang bersangkutan.

Contoh : Standar Kompetensi Mata Pelajaran ‘A’ Kelas 2 Semester 1, ada 3 SK masing-masing SK ada 5 KD, SK ke 2 ada 4 KD dan SK ketiga ada 4 KD. Maka KKM Standar Kompetensi (SK) pertama :

Kompetensi Dasar 1 = 77 
  • Kompetensi Dasar 2 = 80
  • Kompetensi Dasar 3 = 75 
  • Kompetensi Dasar 4 = 76 
  • Kompetensi Dasar 5 = 80
  • Maka KKM Standar Kompetensi pertama pada mata pelajaran A untuk kelas 2 semester 1; 77%+80%+75%+76%+80% = 77,6% atau 78% ------------------- 5
KKM SK kedua
  • Kompetensi Dasar 1 = 77
  • Kompetensi Dasar 2 = 80
  • Kompetensi Dasar 3 = 75 
  • Kompetensi Dasar 4 = 76 
  • Maka KKM Standar Kompetensi kedua pada mata pelajaran A untuk kelas 2 semester 1; 77%+80%+75%+76% = 77,00% atau 77% ---------------- 4
KKM SK ketiga
  • Kompetensi Dasar 1 = 77 
  • Kompetensi Dasar 2 = 80
  • Kompetensi Dasar 3 = 80 
  • Maka KKM Standar Kompetensi ketiga pada mata pelajaran A untuk kelas 2 semester 1; 77%+80%+80% = 79,00% atau 79% ----------- 3
Cara menetapkan KKM Mata Pelajaran 
KKM Mata Pelajaran ditetapkan setelah KKM masing-masing Standar Kompetensi pada mata pelajaran dan Semester yang bersangkutan diketahui atau telah ditetapkan.
Contoh KKM Mata Pelajaran ‘PAI’ pada kelas 2 semester 1 sebagai berikut;
  • KKM SK pertama ditetapkan 78
  • KKM SK kedua ditetapkan 77
  • KKM SK ketiga ditetapkan 79 78+77+79
  • Maka KKM Mata Pelajaran ‘PAI’ pada kelas 2 semester 1 = -------------- x 100% = 78%
Menetapkan KKM per Mata Pelajaran
Lihat alur di bawah;
  • KKM Indikator 
  • KKM KD
  • KKM SK 
  • KKM MP
Cara menetapkan KKM pada Indikator :
Dengan melakukan analisis terhadap kompleksitas, daya dukung dan intake siswa, kemudian dibikin skor/point pada setiap criteria yang ditetapkan

Contoh ; Kompleksitas rendah (skor 3), Daya dukung Tinggi (Skor 3) dan Intake sedang (skor 2), maka ; (3+3+8) KKM indicator menjadi : ------------ x 100% = 88,88% dibulatkan 89%.
9 Angka pembagi 9 merupakan penjumlahan nilai maksimal dari ketiga(3) unsur yaitu; kompleksitas, daya dukung dan intake siswa. Penentuan KKM indicator selain berguna untuk menentukan keluasan dan kedalaman materi yang harus dikaji peserta didik, juga untuk kepentingan penilaian berbasis SAS (Sistem Administrasi sekolah) yang sekarang ini mulai dikembangkan di Sekolah/Madrasah yang telah menerapkan teknologi informasi agar mudah diakses.

Cara Menetapkan KKM Kompetisi Dasar (KD) Untuk Menetapkan KKM Kompetisi Dasar (KD) dilakukan dengan menghitung rata-rata KKM seluruh indicator dibagi jumlah indicator dari KD yang bersangkutan. Contoh;

Kompetisi Dasar :
  • Indikator 1 = 80%
  • Indikator 2 = 75%
  • Indikator 3 = 75%
  • Indikator 4 = 77%
  • Maka KKM KD(Kompetisi Dasar) tersebut adalah; 80% + 75% + 75% + 77% --------------------- = 76,7% atau 77%. 4
RAMBU-RAMBU KKM(Kriteria Ketuntasan Minimal)
  1. KKM ditetapkan pada awal tahun pelajaran.
  2. KKM ditetapkan oleh forum MGMP Sekolah/Madrasah.
  3. Nilai KKM dinyatakan dalam bentuk bilangan bulat dengan rentang 40 – 100.
  4. Sekolah/Madrasah dapat menetapkan nilai dibawah nilai ketuntasan.
  5. Nilai KKM harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Belajar Siswa
Continue Reading...

Rabu, 24 Juli 2013

APLIKASI PENERIMAAN SISWA BARU (APSB)

Tidak ada komentar:
Penerimaan siswa baru merupakan salah satu proses yang ada di instansi pendidikan seperti sekolah yang berguna untuk menyaring calon siswa yang terpilih sesuai kriteria yang ditentukan oleh sekolah tersebut untuk menjadi siswa didiknya. Pada umumnya proses penerimaan siswa baru dilakukan melalui tahapan
pendaftaran, tes seleksi, dan pengumuman penerimaan siswa.
Maka untuk meningkatkan keamanan penyimpanan data, otomatisasi penghitungan nilai test, serta kemudahan pemberian informasi penerimaansiswa baru diperlukan sebuah aplikasi sistem informasi penerimaan siswa baru yang sederhana dan mudah untuk di operasionalkam.penulis berharap aplikasi ini bisa mudah digunakan bagi guru-guru di lingkungan pendidikan

Apsb 2013 by nurjaya from Nur Jaya


Download Filenya : Disini    Atau       D i s i n i
Continue Reading...

Sabtu, 13 Juli 2013

Maksiat Menggelapkan Hati

Tidak ada komentar:
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Setiap hari tidak bosan-bosannya kita melakukan maksiat. Aurat terus diumbar, tanpa pernah sadar untuk mengenakan jilbab dan menutup aurat yang sempurna. Shalat 5 waktu yang sudah diketahui wajibnya seringkali ditinggalkan tanpa pernah ada rasa bersalah. Padahal meninggalkannya termasuk dosa besar yang lebih besar dari dosa zina. Saudara muslim jadi incaran untuk dijadikan bahan gunjingan (alias “ghibah”).
Padahal sebagaimana daging saudaranya haram dimakan, begitu pula dengan kehormatannya, haram untuk dijelek-jelekkan di saat ia tidak mengetahuinya. Gambar porno jadi bahan tontonan setiap kali browsing di dunia maya. Tidak hanya itu, yang lebih parah, kita selalu jadi budak dunia, sehingga ramalan primbon tidak bisa dilepas, ngalap berkah di kubur-kubur wali atau habib jadi rutinitas, dan jimat pun sebagai penglaris dan pemikat untuk mudah dapatkan dunia. Hati ini pun tak pernah kunjung sadar. Tidak bosan-bosannya maksiat terus diterjang, detik demi detik, di saat pergantian malam dan siang. Padahal pengaruh maksiat pada hati sungguh amat luar biasa. Bahkan bisa memadamkan cahaya hati. Inilah yang patut direnungkan saat ini.

Ayat yang patut jadi renungan di malam ini adalah firman Allah Ta’ala,
كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS. Al Muthoffifin: 14)

Makna ayat di atas diterangkan dalam hadits berikut.
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِى قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ وَهُوَ الرَّانُ الَّذِى ذَكَرَ اللَّهُ ( كَلاَّ بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ) »

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan, maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam. Apabila ia meninggalkannya dan meminta ampun serta bertaubat, hatinya dibersihkan. Apabila ia kembali (berbuat maksiat), maka ditambahkan titik hitam tersebut hingga menutupi hatinya. Itulah yang diistilahkan “ar raan” yang Allah sebutkan dalam firman-Nya (yang artinya), ‘Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka’.”[1]

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksudkan dalam ayat tersebut adalah dosa di atas tumpukan dosa sehingga bisa membuat hati itu gelap dan lama kelamaan pun mati.” Demikian pula yang dikatakan oleh Mujahid, Qotadah, Ibnu Zaid dan selainnya.[2]

Mujahid rahimahullah mengatakan, “Hati itu seperti telapak tangan. Awalnya ia dalam keadaan terbuka dan jika berbuat dosa, maka telapak tangan tersebut akan tergenggam. Jika berbuat dosa, maka jari-jemari perlahan-lahan akan menutup telapak tangan tersebut. Jika ia berbuat dosa lagi, maka jari lainnya akan menutup telapak tangan tadi. Akhirnya seluruh telapak tangan tadi tertutupi oleh jari-jemari.”[3]

Penulis Al Jalalain rahimahumallah menafsirkan, “Hati mereka tertutupi oleh “ar raan” seperti karat karena maksiat yang mereka perbuat.”[4]

Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan perkataan Hudzaifah dalam fatawanya. Hudzaifah berkata, “Iman membuat hati nampak putih bersih. Jika seorang hamba bertambah imannya, hatinya akan semakin putih. Jika kalian membelah hati orang beriman, kalian akan melihatnya putih bercahaya. Sedangkan kemunafikan membuat hati tampak hitam kelam. Jika seorang hamba bertambah kemunafikannya, hatinya pun akan semakin gelap. Jika kalian membelah hati orang munafik, maka kalian akan melihatnya hitam mencekam.”[5]

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan, “Jika dosa semakin bertambah, maka itu akan menutupi hati pemiliknya. Sebagaimana sebagian salaf mengatakan mengenai surat Al Muthoffifin ayat 14, “Yang dimaksud adalah dosa yang menumpuk di atas dosa.”[6]

Inilah di antara dampak bahaya maksiat bagi hati. Setiap maksiat membuat hati tertutup noda hitam dan lama kelamaan hati tersebut jadi tertutup. Jika hati itu tertutup, apakah mampu ia menerima seberkas cahaya kebenaran? Sungguh sangat tidak mungkin. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Jika hati sudah semakin gelap, maka amat sulit untuk mengenal petunjuk kebenaran.”[7]

Perbanyaklah taubat dan istighfar, itulah yang akan menghilangkan gelapnya hati dan membuat hati semakin bercahaya sehingga mudah menerima petunjuk atau kebenaran.

Ya Allah, tunjukkanlah hati kami ini agar selalu taat pada-Mu dan berusaha menjauhi setiap maksiat yang benar-benar telah Engkau larang, apalagi dosa syirik dan kekufuran. Amin Yaa Mujibbas Saailin.
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna

[1] HR. At Tirmidzi no. 3334, Ibnu Majah no. 4244, Ibnu Hibban (7/27) dan Ahmad (2/297). At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[2] Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Al Qurthubah, 14/268.
[3] Fathul Qodir, Asy Syaukani, Mawqi’ At Tafasir, 7/442.
[4] Tafsir Al Jalalain, Al Mahalli dan As Suyuthi, Mawqi’ At Tafasir, 12/360
[5] Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426, 15/283
[6] Ad Daa’ wad Dawaa’, Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, hal. 70.
[7] Ad Daa’ wad Dawaa’, hal. 107.

sumber: http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/maksiat-menggelapkan-hati.htm
Continue Reading...

Masa Depan Masih Panjang

Tidak ada komentar:
Masa Depan Masih Panjang

Continue Reading...

Minggu, 07 Juli 2013

HAKIKAT IKHLAS DENGAN KESABARAN

Tidak ada komentar:
oleh alifbraja 


“Ikhlas itu adalah rahasia dari semua rahasia dan AKU menempatkannya dihati hamba yang menjadi kekasih-Ku.” 

WAMAN ‘AMILA LITHOLABIL JAZA’ FAHUWA NISYAANUN MINAL FADLI WARROHMAH 

Barang siapa yang beramal karena mengharapkan balasan (pahala) maka sesungguhnya dia itu lupa akan keutama’an ALLOH dan RAHMAD ALLOH 

Demikian firman Alloh SWT sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad SAW.memberi penjelasan bunyi surat Al Mulk ayat 2 ;

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ 

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji siapa diantara kamu yang paling baik amalnya. Dan DIA Maha Perkasa, Maha Pengampun.

Menurut al-faqir yang dimaksud surat dan ayat tersebut bukanlah siapa yang paling ‘banyak’ amalnya, melainkan siapa yang paling bermutu (Ahsan) dalam tindakannya. Ahsan merupakan kedekatan kepada Alloh SWT dan niat, jelas ahsan adalah kualitas bukan kuantitas. al-faqir menambahkan lebih sulit bertahan dalam keadaan selalu ikhlas dan sabar dalam bertindak daripada melakukan tindakan itu sendiri. Keikhlasan bergantung apakah anda menginginkan seseorang memuji atau hanya bertindak Alloh SWT semata sedang kesabaran itu menerima baik dan buruk dari apa yang telah di terimanya . Begitu pentingnya niat, sehingga rosululloh bersabda ” INNAMAL A’MAALU BI AL-NIAT “

sesungguhnya setiap perkara amal itu di awali dengan niat ,,,
bagaimana kita bisa memahami niat kita kalo kita sendiri lalai dalam muhasabah (mengoreksi diri) serta bagaimana kita bisa menempati kata lillah tanpa adanya ketawakkalan diri akan setiap amalnya diri …

“Sesungguhnya niat itu lebih penting daripada tindakan itu sendiri.”

Ia kemudian membacakan ayat ini ;

قُلْ كُلٌّ يَّعْمَلُ عَلَى شَاكِلَتِهِ , فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْد’ى سَبِيْلاً 

Katakanlah (Muhammad), Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing, maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (QS. Al Isroo : 84.)

kita rupanya harus berhati-hati sebab adakalanya yang sudah beramal secara sempurna tanpa riya’ atau ujub pada awalnya, setelah beberapa lama, terperosok sehingga amalnya dicemari riya’ yang nyata & riya’ yang samar .

al-faqir berpesan buat saudaraku sekalian 
“Bertahan dalam niat baik untuk sebuah amal lebih baik daripada amal itu sendiri.” jangan kau tunjukkan amalmu pada orang lain biarkan alloh yang akan menilai serta tahu akan semua nilai manfaat dan madlorotnya amalmu 

Ketika ditanya apa maksudnya bertahan dalam niat baik, beliau menjawab ; Seseorang melakukan amal baik kepada familynya atau member demi mencari ridho Alloh SWT, ia mendapatkan ganjaran yang dicatat baginya. Belakangan ia menceritakan hal itu kepada orang lain, maka apa yang sudah dicatat itu dihapuskan sehingga ia tidak punya lagi catatan ganjaran amal itu. Kemudian, ia kembali menyebutkan soal amal itu lagi (untuk kedua kalinya), ia dicatat sebagai melakukan riya’, sementara catatan amal baiknya malah sudah tidak ada sama sekali.”

Dengan demikian, ikhlas merupakan tahapan tertinggi cinta dan pengabdian kepada Alloh SWT.

Menurut Abdulloh Al Anshowi, ikhlas berarti menggugurkan semua ketidak murnian, dan ketidak murnian itu adalah keinginan menyenangkan diri sendiri atau orang (makhluk) lain.

“Jika orang masih berada dihabitat rasa suka diri, ia belumlah masuk golongan ‘yang menuju kepada Alloh SWT’ (Musafir ilalloh), dan termasuk golongan yang masih ingin langgeng di bumi (Mukholladun fil ardhi).”

Dan yang dikhawatirkan Nabi Muhammad SAW dan para salafush sholihin adalah munculnya syirik dalam ibadah pada berbagai tingkatannya. Jika seseorang melakukan suatu amal demi kepuasan diri sendiri, ia itu termasuk ujub, kalau itu demi kepuasan orang lain, ia adalah riya’.

BERSIHKAN ‘AMAL-mu dengan ikhlas dan bersihkan ikhlasmu dengan tawakkal (melepaskan semuanya kepada ALLOH) 

Didalam pandangan orang-orang arif, hal ini dianggap telah membatalkan ibadah dan menjadikannya tidak diterima oleh Alloh SWT. Misalnya Tahajud ‘demi’ memperbaiki kualitas hidup atau memberi Zakat ‘demi’ meningkatkan kekayaan, meski semua ibadah itu “SAH” dan orang yang melaksanakannya berarti telah melaksanakan kewajiban syari’at, ia dianggap belum melakukan penyembahan kepada Alloh SWT secara ikhlas dan tidak pula memiliki kemurnian tujuan.

Bagi arifin, semuanya itu merupakan ibadah yang sekedar untuk mencapai maksud-maksud melepas kewajiban saja. 

WAMAN YATAWAKKAL ‘ALALLOOHI FAHUWA KHASBUH ,,,,,,,,


SABAR 

Maksud ” SABAR ” di dalam konteks amalan hati ialah menahan nafsu daripada dipengaruhi oleh sembarang gelora atau kegemparan hati atau perasaan atau rangsangan yang menimbulkan rasa marah atau memberontak, resah gelisah, tidak rela, kecewa atau putus asa, akibat daripada pengalaman kesusahan, ketidak nyamanan atau sesuatu keadaan yang tidak disukai atau diingini. 

Kesabaran itu harus meliputi empat tindakan yaitu : 
1. Tabah dan tekun di dalam melakukan taat 
2. Menahan diri daripada melakukan maksiat atau kemungkaran 
3. Memelihara diri dari godaan dunia, nafsu dan syaitan. 
4. Tenang atau teguh hati menghadapi cobaan musibah 

Sabar adalah satu tuntutan agama dan satu perisai untuk menahan diri daripada fitnah nafsu yang bergelora. Orang yang gagal bersabar akan gagal di dalam hidup dan akan rugi di dunia dan akhirat. 

Antara tujuan kita di suruh bersabar itu ialah: 
1) Supaya dapat mengerjakan ibadah dengan tenteram dan dapat kesempurnaan dan seterusnya mencapai matlamatnya. 
2) Untuk kita berfikir dengan lebih matang. 

Apabila nafsu telah menguasai akal, akal tidak dapat berfikir secara rasional di dalam menghadapi tindakan yang akan dilakukan. Segala yang dilakukan itu hanya betul mengikut ukuran nafsu. Akibatnya apabila terjadi kerusakan atau kecelakaan disebabkan tindakan itu, diri manusia sudah tidak dapat mengelak, jadilah manusia itu terbelenggu disebabkan perbuatannya sendiri. Karena itu di dalam menangani nafsu yang bergelora, sabar itu sangat perlu. Di samping kita disuruh untuk bermujahadah (berperang) dengan nafsu yang jahat. 

Sabda Rosululloh SAW: 

“Sejahat-jahat musuh kamu yaitu nafsu yang di antara dua lambungmu.” – (HR Tarmidzi) 

Selain daripada itu, sifat taqwa perlu diusahakan dengan menanamkan iman di dalam diri. Untuk mendapatkan sifat taqwa, kelemahan diri perlu diperbaiki. Bagi mereka yang berusaha memperbaiki dirinya, hati mereka akan senantiasa tenang dan bahagia. Bukan karena kaya atau berada, tetapi karena puas kepada apa yang ada. 

Sabda Rosululloh SAW: 

“Kamu tidak akan merasakan kemanisan iman sehingga kamu menyintai Alloh dan Rosullebih dari segalanya, Tidak menyintai seseorang melainkan karena Alloh. Dan benci kembali kepada kekufuran seperti benci berpaling pada neraka.” 

Di samping itu apabila orang yang memiliki iman, sholatnya akan kusyu’, mereka menyempurnakan puasa dan menunaikan pembayaran zakat dengan segala adab dan tuntutannya, menunaikan Haji dengan memahami segala tujuan dan tuntutannya, menjauhkan diri dari maksiat dan dosa, menjauhi perbuatan zina dan perkara yang menghampirinya, tidak mengumpat, mengadu domba, menfitnah, tidak hasad sesama sendiri, tidak sombong, tidak ujub dan sum’ah (mencari nama dan pangkat), tidak pendendam dan lain-lain. 

Bila dapat kemanisan iman, penderitaan menjadi kecil dan dunia tiada ruang di dalam hatinya. Hatinya akan asyik dengan Alloh, ini berlaku pada sahabat- sahabat Rosululloh SAW . Bilal apabila dijemur di tengah panas serta diazab untuk dipaksa kembali kepada kekufuran, dengan tenang dia menjawab, “Ahad, Ahad.” Azab sengsara, tidak terasa, ini juga berlaku kepada seorang sahabat Nabi SAW yang dicuri untanya ketika sedang sholat, dia tidak menghentikan sholatnya itu, karena terasa kemanisan sholat dan tidak sadar apa yang berlaku di sekelilingnya. Banyak lagi hal-hal yang demikian kita baca di dalam sejarah kehidupan para sahabat Rosululloh SAW. 

Karena itu kita perlu melakukan Mujahadatun Nafs (melawan hawa nafsu) dan membersihkan diri kita daripada sifat-sifat mazmumah ( yang tercela ) seperti iri dengki, dendam, buruk sangka, mementingkan diri, gila pangkat, gila puji, gila dunia, bakhil, sombong dan sebagainya. 

Langkah pertama untuk mendapatkan iman ini, maka seseorang itu perlu mempunyai : 
a) Ilmu yang Islam yang sempurna dan tepat agar segala tindakan dapat diselaraskan dengan syariat dan kehendak Alloh melalui hukum-hukum yang telah ditetapkannya. 
b) Yakin. Keyakinan adalah perlu dan penting. 

Oleh karena itu wajiblah kita belajar dan berusaha menyuburkan keyakinan kita. Jangan biarkan keyakinan dicelahi oleh keraguan walaupun sedikit. Keraguan mesti dilawan dengan ilmu pengetahuan, bukan dengan akal semata-mata. Syaitan dan nafsu senantiasa menyuruh dan mempengaruhi akal untuk ragu-ragu dan mewas-waskan kita. Tanpa ilmu yang benar dan menyeluruh, kita akan terperangkap di dalam perangkap syaitan. Jikalau kita terperangkap di dalam jerat syaitan bagi keyakinan, maka hapuslah segala pahala amal dan hapuslah iman. Jikalau terjadi demikian, maka matilah kita sebagai orang yang tidak beriman dan kekal di dalam neraka. 

c) Beramal dengan ilmu yang telah difahami dan diyakini. 
d) Bermujahadah, yaitu melawan nafsu yang mendorong ke arah kejahatan dan menghalang diri dari melakukan maksiat lahir dan batin. 
e) Istiqomah beramal, yaitu melakukan amalan ketaatan dan ibadah serta menjauhi kemunkaran secara terus menerus. 
f) Mempunyai guru yang Mursyid yang dapat memimpin dan mendidik diri agar senantiasa taat kepada Alloh. 
g) Selalu berdoa kepada Alloh, karena jikalau hanya usaha lahir saja dilakukan tanpa mengharapkan bantuan dari Alloh, maka ia amat mustahil untuk membuang nafsu yang jahat di dalam jiwa manusia. 

3) Kita disuruh bersabar adalah untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. 

Firman Alloh SWT : 
” Dan Alloh amat menyukai orang yang sabar.” – (Ali Imron: 146) 
” Sesungguhnya orang yang beriman itu dicukupkan ganjaran mereka tanpa batas ” (Az Zumar: 10) 
” Hai orang yang beriman, bersabarlah kamu (melakukan taat dalam menghadapi musibah), teguhkanlah kesabaran kamu, tetapkanlah kewaspadaan serta siap siaga dan bertawakkallah kepada Alloh agar kamu beruntung (merebut syurga dan bebas dari neraka).” (Al Baqoroh: 200) 

Demikianlah kesabaran itu merupakan obat yang pahit tetapi mujarab di dalam menahan diri daripada nafsu dan godaan dunia. Yakinlah, keberkahan daripada kesabaran itu membawa manfaat kepada kita, sekaligus menolak kemudhorotan kepada kita. Sebagai obat ‘kepahitan’ hanya sesaat, akan tetapi ‘kemanisannya’ akan berpanjangan.


Wallohu A’lam.

Sumber : http://alifbraja.wordpress.com/2012/07/03/hakikat-ikhlas-dengan-kesabaran
Continue Reading...

Sabtu, 06 Juli 2013

Cara Membuat Blog

Tidak ada komentar:
Continue Reading...

Beberapa Manfaat Blog Bagi Pelajar

Tidak ada komentar:
Saat ini blog bukan hanya untuk kalangan perusahaan, profesional, pengusaha, atau penggunaan lainnya. Blog juga bisa digunakan oleh siswa sebagai sarana pembelajaran. Bahkan untuk menyelesaikan pekerjaan dari guru, atau bahkan bisa digunakan untuk kepentingan pribadi si murid.
Meskipun ada banyak siswa yang memiliki blog, tetapi beberapa dari mereka masih tidak mengerti, apa manfaatnya. Nah, kali ini saya akan berbagi beberapa contoh Manfaat Blog Bagi Pelajar. Namun jika Anda tidak memiliki blog, Anda dapat mengikuti tutorial singkat bagaimanakah Cara Membuat Blog.
Blog sebagai sarana berbagi
Mungkin setelah Anda mendapatkan pelajaran dari guru atau sekolah, Anda dapat berbagi di blog. Sehingga teman atau orang lain dapat melihat apa yang telah Anda pelajari. yang pasti akan lebih menguntungkan, karena itu merupakan sebuah pahala karena anda telah berbagi.
Blog Dapat Mengasah Kreatifitas
Jika Anda menulis sesuatu di blog, tentu saja Anda harus berpikir tentang. Oleh karena itu, Anda dapat meningkatkan kreativitas Anda saat menulis di blog. tentunya akan tercipta sebuah ide tulisan yang harus anda menulis.
Blog sebagai wadah penampung ide
Jika Anda memiliki ide, dapat anda curahkan di media blog. Sehingga Anda dapat menuliskan ide-ide Anda untuk teman-teman, keluarga, dan dunia. Juga, jika Anda membaca sebuah pemikiran yang memiliki ide yang sama, Anda bisa saling bertukar pikiran dengan teman teman blogger lain yang memliki ide yang sama.
Blog sebagai sebuah buku catatan online
Selain pertukaran ide, atau pelajaran, Anda dapat berbagi tentang kehidupan sehari-hari Anda. Istilahnya blog bisa dijadikan sebagai buku catatan online yang bisa dibaca semua orang. atau sebagai diary pribadi saja.
Blog sebagai sarana mencari uang jajan tambahan
Tidak hanya untuk berbagi informasi atau ide, blog juga dapat digunakan untuk mencari uang. Anda dapat menempatkan iklan di blog Anda, atau Anda dapat memasarkan produk yang anda miliki untuk dijual di blog. Jadi intinya anda jadikan sebuah blog menjadi tempat berjualan.
Blog Sebagai sarana untuk mendapatkan teman
Dengan blog anda dapat menemukan teman baru. entah itu di dunia maya, atau bahkan dari sekolah lain. Jadi, Anda dapat bertukar pikiran tentang ajaran atau ilmu nge-blog.

Perkembangan dunia teknologi telah menjadikan berbagai hal/kegiatan, menjadi serba online. Mulai dari berjejaring sosial, berburu berita, mencari berbagai hal (musik, ebook, video, gambar, sofware dll), hingga media bisnis, belanja online, dan lain sebagainya.
Sumber :
http://gadget.aingindra.co.id/beberapa-contoh-manfaat-blog-bagi-pelajar.html

Blog atau web log dalam perkembangannya ternyata memiliki peran penting untuk meramaikan konten-konten yang dapat diakses pengguna online di dunia maya. Berbagai konten dapat share di dunia maya, sehingga siapa saja yang terhubung dengan internet, dapat mengakses dan mendownload: mengunduhnya dengan mudah dan gratis. 

Di bawah ini, ada 10 manfaat blog. Beberapa manfaat yang SP tuliskan di bawah ini merupakan sebuah pengalaman yang sudah pernah SP alami selama nge-blog. Berikut 10 manfaat blog tersebut.
  1. Berbagi tulisan, baik dalam bentuk cerita, pengalaman dan pengetahuan lainnya. Sehingga orang lain yang membutuhkan, lalu menemukan tulisan Anda, merasakan kebermanfaatan blog Anda. Hitung-hitung cari pahala.
  2. Sarana untuk mempromosikan produk barang atau jasa. Dengan kata lain, blog bisa Anda manfaatkan sebagai toko online.
  3. Dapat menghasilkan uang. Penghasilan tersebut bisa anda jadikan sebagai penghasilan sampingan ataupun penghasilan tetap, asalkan Anda benar-benar serius dalam mengembangkannya. Misalnya mengikuti PPC, bisnis Afiliate, dan lain sebagainya.
  4. Mengikuti kontes. Dewasa ini, berbagai kontes dan lomba, sudah menjamur, baik itu berupa kontes SEO, ataupun kontes review, sehingga memungkinkan para blogger berkesempatan untuk menjadi pemenang dan mendapatkan hadiah.
  5. Sarana untuk berkreasi, misalnya Anda suka menulis, edit foto, Fotografer, dll. Anda bisa share dan tunjukkan kepada dunia hasil karya Anda.
  6. Menjadi media curhat. Di blog Anda bisa bercerita apa saja yang ingin Anda ceritakan. Tentunya sangat lebih bijak jika itu dapat memberikan dampak positif terhadap pembaca Anda. Sehingga pemikiran-pemikiran Anda dapat anda curahkan dengan plong.
  7. Menjadi media untuk mempopulerkan sesuatu atau diri sendiri. Banyak orang sukses, berawal dari iseng-iseng nge-blog.
  8. Mencari teman. Dalam dunia blogger, kita tidak bisa hidup sendiri, tanpa blogger lainnya, sebagai blogger tentunya membutuhkan blogger lain untuk saling sharing, bertukar link, dll.
  9. Belajar untuk lebih baik. Biasanya sesama blogger akan saling berkomentar satu sama lain, sehingga kita bisa mengetahui kekurangan-kekurangan dalam konten yang kita share.
  10. Yang terakhir adalah memotivasi kita, untuk selalu memberikan yang terbaik kepada pembaca. Karena sebagai manusia, tentunya kita ingin dipuji dari yang terbaik yang bisa kita berikan kepada pembaca/orang lain. Selain itu Anda juga akan berusaha belajar banyak hal.
Demikian 10 manfaat blog yang bisa SP bagikan semoga terinspirasi. Salam Blogger dan salam Sukses.
Sumber : http://sigodangpos.blogspot.com/2012/12/mengetahui-10-manfaat-blog_1.html
Continue Reading...